Aku masih disini bersama luka di kala senja menyapa
Aku terdiam dalam dinginnya malam
Mengenang tentang hati yang hilang. (Roby)
Tentang hati yang hilang...yang entah dimana bisa kutemukan...padahal didalamnya tersimpan berjuta rasa cinta untukmu...(Edith)
Hubungan kita itu mirip kopi
Aku gulanya
Kamu kopinya
Dan dia
Adalah sianida diantara kita. (Roby)
Berhentilah kau di dalam cangkirku!
Kopi ini manis sepertimu.
Meninggalkan candu, lalu hilang.(Mutiara)
Aku akan berhenti di cangkirmu
Tapi tolong singkirkan dia
Dari gelasmu
Biarku ingat merah bibirmu saat mencium lembut di ujung gelas ini.(Roby)
Di ujung gelas ini...ada memory tersimpan rapi..dalam ramuan kopi yang kau suguhkan...beraroma cinta nan membara..(Edith)
Kamu dikirim padaku sebagai rahmat
Tanpamu aku lemah seperti mayat
Aku bukanlah seorang keparat
Namun akulah yang akan mengajarkanmu, arti dari nikmat (Gema)
Pecahkan saja gelasnyaaa...
biar menggaduh sampai gaduh..(Mutiara)
Tidak beraroma cinta nan membara
Akan tetapi
Beraroma luka berbau cinta
Pecahkan saja gelasnyaaa...
biar menggaduh sampai gaduh.
Tapi aku hanya punya gelas plastik
walaupun dibanting akan tetap utuh.
Itulah besarnya cintaku padamu (Roby)
Karena aku tak butuh gula dalam cangkir kopiku.
Aku tahu, mungkin semua orang berkata pahit.
Tapi tidak denganku yang selalu melihat senyum manismu. (Aab)
Aku tak berharap kenikmatan darimu.
Aku lebih baik menjadi mayat sepertimu.
Menjadi keparat sepertimu.
Sampai kapan pun aku dan kamu hanyalah dua insan yang semu.(Mutiara)
Sayang, sekalipun kita jadi mayat, aku ingin dikafani di satu kain bersamamu, untuk kemudian dibaringkan di satu nisan, juga bersama kamu. (Faizol)
Jika mencintaimu tak bisa membawa nikmat maka sudah dipastikan bahwa cintaku kepadamu hanya sebuah hasrat.(Roby)
Ah, lagi-lagi kau mengisi bensin.
Padahal tangki hatiku sudah kosong sejak dulu. (Aab)
Haruskah kita memulai lagi dari nol untuk mengisi bensin cintaku padamu? (Roby)
Dapetin kamu, sesulit ngisi bensin. Udah mahal, ngantri lagi (Gema)
Tapi seperti itulah cintaku.
Laksana bensin yang jarang turun.
Tapi kepastian naik tak terbendung.(Aab)
Tapi terkadang cintamu di ecer di pinggir jalan, dan cintamu di oplos dengan kenangan bersama mantan-mantanmu.(Roby)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar